Jurnal Touring


Iklan
    • kuro22id
    • Agustus 4th, 2009

    Mana nih moderatornya, kok nggak update

    • cahtein
    • Agustus 5th, 2009

    INFO JUALAN!!!!
    Sepatu RVR Rush (bahan Semi Kulit / Kalep) Rp. 280.000,-
    Sepatu RVR Rescape (Kulit asli) Rp. 380.000,-
    Sarung Tangan Touring Rp. 250.000,-

    Untuk Sepatu RVR buat anggota CLUB MOTOR dengan pembelian minimal 10 pasang discount 5% per item, untuk Sarung Tangan Touring pembelian minimal 12 Pcs Discount 10%

    Hubungi : Erry (B.O.S) 021-91132636
    Jabodetabek bisa COD (Cash On Delivery)
    selain Jabodetabek dikirim menggunakan TIKI JNE Reguler (ongkos kirim Flat Rp. 30.000,-/paket-item)

    • alie irenx’s
    • Juni 15th, 2010

    Perhatikan Kelengkapan Standar “Touring”

    Ikut Touring Siapkan Apa?

    Sudah pernah ikut touring atau mungkin ada rencana akan ikut touring dalam waktu dekat ini? Jangan asal ikut saja, terutama jika perjalanan yang akan ditempuh cukup jauh. Persiapan yang kurang bisa dapat menyebabkan ganngguan dalam perjalanan sehingga touring yang harusnya menyenangkan bisa berubah menjadi mimpi buruk yang tak pernah terbayangkan.
    Yang pertama perlu mendapat perhatian adalah kelayakan dari motor yang akan digunakan selama touring, karenanya motor perlu melalui proses uji kelayakan atau scruteneering (scrut). Dalam scrut, motor akan diuji kelayakannya dari segi keamanan dan keselamatan selama perjalanan. Ukuran ban minimal 2.50 (depan) dan 2.75 (belakang, dengan minimal ketebalan kembang ban 3mm. Spion harus lengkap (kanan dan kiri) serta dapat berfungsi dengan baik. Tinggi sckok, baik depan maupun belakang harus standard. Seluruh lampu (head lamp, break lamp, sign lamp) harus berfunsgi dengan baik. Rem depan dan belakang dapat berfungsi dengan normal.
    Klakson harus dapat berfungsi optimal (bunyinya tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah). Kelengkapan kunci-kunci dan peralatan teknis standard juga harus ada.
    Selain mempersiapkan kelayakan kendaraan, kesiapan pengendara juga harus diperhatikan. Waktu keberangkatan (apakah siang hari atau malam hari) harus menjadi pertimbangan, karena tidak semua pengendara nyaman berkendara pada malam hari, terutama menyangkut kemampuan melihat dengan baik di malam hari. Kelayakan dari pengendara meliputi berbagai perlengkapan. Pengendara sebisanya memakai baju yang nyaman dan menyerap keringat. Untuk celana, pakailah celana dari bahan yang tebal dan mampu menahan angin. Baju kaos dan celana jeans adalah pilihan yang baik. Helm yang digunakan harus helm fullface atau minimal halfface untuk dapat menghindarkan pengaruh buruk terpaan angin di kepala sepanjang perjalanan. Gunakan sarung tangan yang lembut dan nyaman di tangan. Sarung tangan menghindarkan terpaan angin dan sengatan sinar matahari. Untuk sepatu, gunakan sepatu yang anti selip dan memiliki ketinggian minimal menutupi mata kaki serta kenakan kaos kaki agar kaki nyaman dan tidak lecet. Kenakan jaket yang anti angin dan anti air, dan jika memungkinkan mempunyai ventilasi sehingga tidak kepanasan pada siang hari. Bawa juga jas hujan untuk mengantisipasi hujan dalam perjalanan. Gunakan jas hujan dua potong (atas dan bawah). Jangan sekali-kali menggunakan jas hujan jubah/ponco.
    Touring biasanya tidak selesai dalam satu hari, karenanya berbagai kebutuhan lain juga perlu dibawa, karenanya bawalah back-pack atau tas ransel. Back-pack dapat membebani punggung sehingga akan membuat pengendara kecapaian. Tas ransel dapat dibawa dipunggung, juga dapat di-strap di bagian tempat dudukan boncenger (jika tidak membawa penumpang). Usahakan hanya membawa apa yang memang dibutuhkan selama touring, pakaian pengganti, perlengkapan mandi seperti sabun, odol dan sikat gigi, air mineral (1 botol kecil cukup), uang secukupnya untuk bensin, makan di jalan, bayar parkir dan mungkin beli oleh-oleh di perjalanan. Jangan lupa isi pulsa handphone dan catat nomor handphone teman-teman serombongan touring maupun teman di tempat yang dituju.
    Sesudah itu, pastikan juga semua peserta touring sudah memahami isyarat-isyarat (rambu fisik) dalam touring. Kalau sudah, maka siap diri untuk menikmati perjalanan yang mengasyikk

    Assssyik………….

    Touring Guidence

    Setiap acara berkendara bersama diwajibkan adanya petugas sebagai berikut :

    1. Road Captain
    2. Safety Officer
    3. Vorijder
    4. Sweeper
    5. Technical Officer
    6. Medical Officer

    Dimana tugas dan tanggung jawabnya akan diuraikan sebagai berikut :

    1. ROAD CAPTAIN (RC)
    a. Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan Turing pulang-pergi.
    b. Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
    c. Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui berikut rute Pulang-Pergi.
    d. Menentukan rest point dan pom bensin.
    e. Mengambil keputusan pada saat terjadinya keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring yang lain.
    f. Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat turing berjalan.

    2. SAFETY OFFICER (SO)
    a. Bertugas untuk memastikan jalur yang akan dilalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
    b. Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan kelompok dengan pertimbangan keselamatan bersama.
    c. Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bisa memprediksi kecepatan.
    d. Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh ke depan guna mengantisipasi keadaan

    3. VORIJDER (VO)
    a. Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW dan RC.
    b. Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
    c. Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompok dengan berbagai konsekwensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
    d. Mengenali rute yang akan dilalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai restpoint dan pom bensin terdekat.

    4. SWEEPER (SW)
    a. Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (End Sweeper).
    b. Tugas utama Sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat Touring berlangsung.
    c. Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan dan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble.
    d. Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
    e. Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah untuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung Sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
    f. Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengatur ritme kecepatan perjalanan.
    g. Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
    h. Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan.

    5. TECHNICAL OFFICER (TO)
    a. Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaraan bermotor peserta Touring.
    b. Mempersiapkan alat-alat / tool kit standard yang dibutuhkan pada saat trouble.
    c. Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus di gantinya sparepart tersebut.
    d. Berkoordinasi dengan memberi masukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis.
    e. Memberikan solusi terbaik dalam hal menangani trouble jika tidak dapat ditangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk pada bengkel yang terdekat.

    6. MEDICAL OFFICER (MO)
    a. Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendala kelompok.
    b. Mempersiapkan obat-obatan standard guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi pada peserta touring.
    c. Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lajut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat ditanggulangi sendiri dengan merujuk kepada Rumah Sakit atau klinik terdekat.
    d. Berkoordinasi dengan seluruh petugas dalam hal kondisi medis peserta touring yang berkaitan dengan ritme kecepatan dalam berkonvoi.

    POSISI PERJALANAN TURING

    1. Pemberangkatan klotur (=kelompok touring) dimulai oleh SO diikuti oleh VO dan rombongan sementara SW berada pada sisi kanan atau barisan paling belakang barisan untuk melakukan monitoring bahwa rombongan telah lepas dan melaju dengan baik. Posisi TO dan MO berada di dalam barisan klotur.
    2. Pergerakan touring tidak merubah posisi awal saat pemberangkatan dengan detil :
    a. Peserta touring yang menyertakan boncengers (=istri/pacar/anak/jablay) berada dalam posisi terdepan barisan persis di belakang SO dan VO.
    b. Peserta touring wanita (=jika ada) berada di dalam rombongan terdepan dibelakang peserta pada poin.a.
    c. Peserta yang mewakili trouble (=mesin/aksesoris/ban,insiden dll) diharap langsung menepi dengan memberikan hand code pada peserta terdekat agar di koordinasikan dengan SW dan MO.
    d. Peserta yang keluar (=poin.c) dari rombongan akan di cover oleh peserta dibelakangnya agar tidak memutus barisan.
    3. Jika memiliki waktu break pada check point yang telah tersedia, atur barisan parkir seperti saat dalam rombongan agar tidak “merombak” kerapian saat perjalanan touring.
    4. Kenali partner di depan dan di belakang bikers agar susunan tidak gampang terpecah.
    5. Speed / kecepatan :
    a. Perputaran kecepatan 40 – 60 km/jam dalam kota dengan kondisi 40 – 60 m di depan jalanan memiliki space yang leluasa untuk melakukan akselerasi pada kecepatan tersebut.
    b. Naik-turunnya kecepatan akan diatur oleh VO berdasarkan opini SO yang telah melihat aman-tidaknya jalur dalam beberapa puluh meter ke depan.
    c. Perputaran kecepatan diatas 60 km/jam harus melalui batas toleransi aman atas pertimbangan SO dan bukan atas inisiatif pribadi dalam melakukan akselerasi.

    6. Sampai di tujuan :
    a. Pergerakan dinamis saat memasuki area parkir di tempat tujuan.
    b. Pengaturan kendaraan secara rapi sesuai lahan parkir yang tersedia.

    HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPATUHI OLEH PETUGAS DAN PESERTA TOURING

    • PERSYARATAN KENDARAAN dan PESERTA
    Wajib tune up, sebelum melakukan perjalanan. Bagi kendaraan rekan-rekan yang mengalamai trouble karena kesalahan sepele (tidak tune up, lupa ganti oli, tidak mengecek standar kelistrikan, dll) di dalam kota, sampai lingkup perbatasan kota akan didiskualifikasi oleh Panitia. Bagi Peserta yang mengalami trouble di tengah perjalanan, tim Mekanik, SO dan SW akan menemani peserta hingga dapat meneruskan perjalanan. Jika tersedia mobil storing, kendaraan yang bermasalah akan naik ke mobil tersebut.

    • PERLENGKAPAN KENDARAAN HARUS LENGKAP DAN BERFUNGSI DENGAN BAIK
    Kaca spion harus ada dan dapat berfungsi, lampu-lampu standar kendaraan harus berfungsi dengan baik (head lamp, brake lamp, sign lamp, dan untuk yang memakai lampu rem/lampu asesoris tambahan yang dapat mengganggu konsentrasi peserta lainnya harap dilepas), rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, ban layak pakai, minimal ketebalan kembang ban 3 mm.

    • PESERTA WAJIB MEMAKAI PERLENGKAPAN TOURING STANDAR
    Jaket, sarung tangan, helm full face (minimal half face, dilarang memakai cetok), rompi (jika ada), jas hujan (wajib bawa, dilarang keras model ponco), obat-obatan dan perlengkapan pribadi.

    • STNK, KTP dan SIM wajib dibawa .
    Bagi rekan-rekan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat tersebut, PANITIA tidak bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan peserta, menyangkut kelengkapan surat-surat berkendara.

    • SCREENING
    Petugas (RC dan SO) akan melakukan screening terhadap kendaraan dan kelengkapan peserta. Bagi peserta yang dinilai tidak lengkap dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, berhak didiskualifikasi oleh petugas. Semua anggota WAJIB datang 1 (satu) JAM sebelum keberangkatan.

    • TEKNIS PERJALANAN
    Dilarang keras membunyikan (memakai) sirine dan klakson secara berlebihan. Hal ini untuk menghindari provokasi dan pendapat miring dari masyarakat.
    Peserta dilarang ikut campur mengatur, menanggapi permasalahan selama touring tanpa permintaan dari petugas. Seluruh keputusan dan teknis perjalanan akan dilaksanakan oleh petugas (Vorijder/Road Captain/Safety Officer/Sweeper).

    • PARKIR
    Mohon untuk parkir dengan rapi, tidak mengganggu pengguna jalan lainnya dan di tempat yang aman. SO dan SW wajib mengatur parkir dengan aman.

    BEKAL TURING

    Untuk setiap perjalanan touring, diharapkan agar teman-teman sekalian membawa sparepart cadangan masing2 yang terdiri dari:

    1. ban dalam,
    2. bohlam dpn,
    3. busi, sikring,
    4. kabel rem/kopling
    5. dan tools standar motor

    Cheking List kesiapan motor :

    1. aki (level air aki pada aki basah – bila pakai)
    2. gir set (haus/kendor)
    3. stelan kopling
    4. lampu-lampu (termasuk warna mika) dan sikring
    5. lakher / bearing dan bosh (arm & roda)
    6. kampas rem dan minyak rem pada master cakram
    7. pengapian
    8. stelan mesin & karbu
    9. oli mesin
    10. kondisi ban dan peleg.
    11. Spakboard belakang.
    12. Kaca spion

    Pastikan semua ceking list diatas dalam keadaan siap pakai Touring!!
    Untuk point 7, 8 dan 9 disarankan untuk Tune Up dulu!!

    Cheking List kelengkapan pengendara:

    1. Helm (bukan helm cetok)
    2. Jaket + rompi tambahan
    3. Sarung tangan
    4. Jas Hujan (Bukan Ponco)
    5. Kaus kaki dan sepatu
    6. Refresment (permen, minum, krating daeng etc.)
    7. Obat-obatan pribadi
    8. Senter
    9. Pakaian ganti
    10. SIM & STNK yang masih berlaku

    Pelarangan terhadap penggunaan :

    1. Sirine serta klakson secara berlebihan
    2. Lampu rotator dan lampu isyarat lainnya seperti yang diatur dalam Undang-undang Lalu lintas yang berlaku
    3. Tindakan arogansi serta kekerasan terhadap pengguna jalan lain.

    Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman semua

    Tertanda

    Ali mansyur
    Koordinator IMTB Touring I

    Bro,Hendra Soemarsono
    Koordinator IMTB Touring II

    • Anto Revo 2688WD
    • Juni 16th, 2010

    Mangstap Broooo…
    Thanks a lot, ini dah sangat membantu.
    Ntar tambahin kode/isyarat tangan n’ kaki yg harus diketahui oleh anggota touring.

    Keep Update.

    Thank & Regards,
    2688 WD

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: